APAKAHAKUMASIHHIDUP…………………
Esok harinya di sekolah, Tania terus memikirkan kejadian yang dialaminya kemarin.
“mmm TIENS ? apa benar yang dikatakan mereka tentang raja kegelapan?
Ah……….pasti itu hanya bualan mereka saja….” Kata Tania sambil mengenang kejadian kemarin.
Duuaar!! Tiba-tiba terjadi sebuah ledakan disamping gedung yang ditempati Tania sekarang. Para siswa serentak melihat ke jendela , semua ingin mengetahui apa yang terjadi.
“ ada apa ini??? “ Tanya semua murid bersamaan .
Semua murid nampak ea r, terlebih lagi sesaat kemudian terjadi sebuah ledakan di bagian selatan gedung. Semua murid menjadi histeris dan segera berhamburan keluar ruangan. Teriakan para murid terdengar di sana –sini,,
“ bagi para murid tolong segera meninggalkan gedung sekolah karena sedang terjadi ledakan beruntun di area sekolah “ kata kepala sekolah yang terdengar melalui speaker kelas.
“ apa yang sebenarnya terjadi ? apa mungkin ini hanya fatamorgana seperti kejadian yang aku alami kemarin ? “ Tanya Tania dalam hati sambil melihat ea rah gedung yang meledak tadi.
“ hey Tania, kamu nggak dengar kata kepala sekolah? Kita kan di suruh keluar dari gedung sekarang? “ ajak sela (sahabat Tania), untuk keluar dari gedung itu.
Tania tidak berkata apa-apa , seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu. Sementara para murid lainnya sudah meninggalkan gedung tersebut , hanya tinggal Tania dan Sela yang berada di gedung itu.
“ hey tan, ayo keluar. Lihat teman-teman yang lain sudah berada di luar gedung,kita hanya tinggal berdua di dalam gedung ini. “kata sela mengingatkan.
Namun Tania tetap saja tidak bergerak sama sekali. Dia hanya menatap sela dengan tatapan kosong, tanpa mengatakan apa-apa.
“ ya sudah !kalau begitu saya keluar saja dari sini, terserah kamu mau di sini atau tidak . “ sela ngambek dan segera meninggalkan Tania sendiri di gedung itu.
Namun tiba-tiba……………..
Ah………….
Tubuh sela terlempar ketembok karena sebuah ledakan kecil tiba-tiba terjadi di gedung tersebut. Tania kaget sekali, karena sekarang sahabatnya sedang terkapar tak berdaya di lantai. Sementara gedung yang mereka tempati sudah mulai runtuh akibat ledakan tersebut.
“ sela,sela, bangun sela…………..” kata Tania terisak-isak.
Namun sela tidak menjawab, crack…… terdengar bunyi retakan di dinding tembok di bagian atas. Ketika Tania menoleh di atas, dia melihat tembok gedung tersebut telah retak-retak dan semakin lama semakin membesar retakannya……..sedikit demi sedikit pecahan tembok mulai berjatuhan. Tania mulai ea r dan berusaha menyadarkan sela, namun sela tetap saja tidak bergerak sedikit pun. Akhirnya Tania memutuskan untuk mengangkat menopang sela keluar, namun begitu dia baru saja mau merangkulnya, dia dan sela terjatuh lagi ke lantai. Sepertinya tubuh sela terlalu berat baginya. Tania pun segera berlari ke jendela dan meminta tolong pada orang-orang yang berada di luar gedung, semua orang yang melihatnya menjadi ikutan panik. Mereka pun ingin memasuki gedung tersebut sekali lagi untuk menolong Tania dan sela, namun gedung yang ditempati sela dan Tania mulai bergerak turun perlahan sehingga orang-orang menjadi takut untuk memasuki gedung. Tania pun segera kembali ke tempat sela………..
Sela..sela.. bangun sela,,,,,,apa yang harus aku lakukan sekarang?” kata Tania sambil bergelimang air mata .
“ hah,, apa ini ?
Tania merasakan ada benda – benda kecil berjatuhan di badannya, dan ketika dia menoleh ke atas………
“ ah………… glases rows……..
Gedung tersebut benar-benar runtuh, para murid dan guru mulai menangisi kepergian Tania dan sela.
“ kenapa hal ini bisa terjadi ? padahal tadi aku sudah mengumumkan kepada semua murid untuk meninggalkan gedung sekolah” kata kepala sekolah seraya menyalahkan dirinya.
“ kami juga salah pak. Tadi kami melihat sela dan Tania masih di dalam gedung tapi kami tidak mengajak mereka keluar bersama kami” kata murid-murid yang lain berbarengan.
“ sela … Tania…. Maafkan kami………” kata mereka sambil menangis.
Huhuhu……….hu..hu…
Terdengar suara tangis dimana-mana, sementara di dalam timbunan reruntuhan gedung terjadi hal yang diluar dugaan ………..
“ apa aku sudah mati? “ Tanya Tania beberapa menit kemudian.
“ aku dimana? Sela……….ah sela masih dalam pelukanku…tapi dimana ini? Mengapa di sini begitu gelap dan…….. a….air? “ serunya kaget ketika melihat sekelilingnya dipenuhi dengan air yang membentuk sebuah pelindung, sehingga melindung dirinya dan sela dari reruntuhan.
“ tapi bagaimana mungkin bisa seperti ini?kalau tidak salah… tadi aku menyebutkan sesuatu ketika gedung akan runtuh. Hmmmmmm apa ya? O ya gleses row…..”serunya.
” apa mungkin perkataan mereka benar bahwa aku adalah sang penguasa air?” katanya sambil mengingat perkataan para TIENS kemarin.
” Tapi……. Ah sudahlah ,lebih baik aku mencari cara untuk bisa keluar dari reruntuhan ini…….tapi……mengapa aku merasa begitu lelah………aku tidak kuat lagi……..
“ Hey feby apa benar anak itu ada di sini ?” Tanya sebuah suara dari sekitar daerah reruntuhan.
“ ya, aku yakin sekali rino, sumber kekuatannya berasal dari sekitar sini.
“ hey rian, apa yang kau lakukan ?” Tanya rino ketika melihat rian menaiki reruntuhan gedung.
Rian tidak menjawab pertanyaan rino. Dia malah memperhatikan reruntuhan yang kini berada di bawah kakinya.
“ fire crush….”
Tiba-tiba tangan kanan rian dipenuhi gumpalan api dan ia segera mengarahkan tangan kanannya ke reruntuhan hingga reruntuhan tersebut hancur. Kemudian ia menarik sesuatu dari dalam reruntuhan……
“ Tania !!!seru feby ketika melihat rian mengangkat Tania keluar dari dalam reruntuhan.
“ sepertinya dia telah kehabisan tenaga untuk melindungi dirinya dan temannya itu..” kata rian sambil menatap gadis lain yang berada di balik reruntuhan.
“ hey rino, lebih baik kau cepat tolong gadis itu sebelum dia tertimbun reruntuhan lagi…..” perintah rian sambil menggendong Tania menjauh dari daerah reruntuhan.
“ hey rian, terus mau kau bawa kemana Tania? “ Tanya feby
“ tentu saja ke rumah sakit bodoh ! saining blaster “ kata rian hingga membuat kedua kakinya memiliki sepasang roda api yang kini membuat ia terbang di udara dan segera menuju rumah sakit terdekat.
“ hehehe, ini pertama kalinya loh rian mau menolong orang lain, apalagi sampai menggondongnya seperti itu…….jangan-jangan…….hahaha” kata feby sambil cenge-ngesan.
“ kamu ini ! sudahlah kita harus segera menolong gadis ini. “ kata rino sambil mengangkat sela dari dalam reruntuhan dan segera membawanya ke rumah sakit bersama feby.
“ sela, sela, sela……………………………”kata Tania sambil berteriak hingga dia terbangun.
Nampak baginya sebuah ruangan serba putih dan ketika dia melihat
ke samping kanannya, ia melihat rian sedang tidur lelap di atas kursi rumah sakit.
“ ri…rian….” Katanya dalam hati.
“ hai Tania. Baguslah kau sudah sadar. Bagaimana perasaanmu? “ Tanya feby yang tiba-tiba masuk bersama rino.
“ sadar?? Memangnya aku kenapa? O ya, sela mana? “ Tanya Tania beruntun.
“ tenanglah, sela sudah pulang ke rumahnya dari dua hari yang lalu.” Jelas rino.
“ apa ? du….dua hari yang lalu ? berarti aku………” Tanya Tania seakan tidak percaya.
“ iya, kamu pingsan selama tiga hari tiga malam dan ……….” Kata rino sambil menatap rian yang sedang tertidur lelap.
“ hah !!! aku pingsan tiga hari ??? kenapa bisa begitu ??? “ kata Tania dengan suara yang sangat keras.
“ ada apa seh, ribut-ribut! Menggangu waktu tidurku saja “ kata rian yang terbangun karena mendengar suara Tania yang sangat berisik.
“ oh…kau sudah sadar ya?” Tanya rian ketika melihat Tania.
“ aku pulang dulu ya. Ngantuk neh, kalian berisik she. Mendingan aku tidur di rumah saja.” Kata rian sambil berdiri dan segera berjalan
Keluar ruangan.
“ sikap macam apa tuh ? tidak bersahabat amat ? nyebelin……….huh ! “ kata Tania sambil mengomel.
“ seharusnya kau berterima kasih padanya. Rianlah yang menolongmu dari reruntuhan itu dan membawamu kemari, kalau tidak ada dia mungkin kau dan sela sudah mati tertimbun reruntuhan gedung sekolah. “ kata rino menjelaskan.
“ jadi, yang menolongku dan sela adalah rian?” Tanya Tania tidak percaya.
“ ya..tepatnya seh menolongmu.” Seru feby.
“ maksudmu ? “ Tanya Tania lagi.
“ rian hanya menolongmu saja , sedangkan sela….. kami yang menolongnya” jelas feby.
“ sepertinya aku harus berterima kasih pada rian………….
“ o ya, sebenarnya apa yang menyebabkan gedung sekolahku runtuh ? “ Tanya Tania setelah keadaan hening sesaat.
“ itu ulah pengikut raja kegelapan. Mereka ingin menghancurkan sekolah seven goal agar segel raja kegelapan hancur. “ kata rino mulai menjelaskan.
“ sejak awal berdirinya seven goal ada sebuah legenda masa lalu yang mengikutinya. Dahulu para nenek moyang kita bertarung mati-matian untuk mengurung sang raja kegelapan beserta pengikutnya, namun ada seorang pengikut raja kegelapan yang berhasil lolos dari perang tersebut. Dia mengetahui kalau ternyata tempat panyegelan tersebut adalah di sekolah kita , seven goal. Tepatnya di gedung utara… mungkin itu yang menyebabkan dia nekat menghancurkan sekolah kita. Aku tidak tahu pasti apakah dia sudah berhasil membebaskan raja kegelapan atau belum, namun yang jelas jika raja kegelapan telah bebas, dia pasti akan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan semua energinya di masa lalu, dan jika raja kegelapan sudah mengumpulkan semua energinya sebelum kita menemukan cara untuk menyegelnya kembali, maka tamatlah riwayat makhluk bumi termasuk kita, para TIENS.
“ oh ya Tania, bersediakah kau bergabung dengan kami untuk menghancurkan raja kegelapan ? “ Tanya rino tiba-tiba.
“ i…iya……….aku bersedia…….” Jawab Tania sambil tersenyum.
“ baiklah , kalau begitu kita harus segera menuju TARZ , ruangan yang dahulu dipakai para leluhur kita untuk menyegel raja kegelapan dan pengikutnya.
Mereka bertiga pun segera menuju ruang TARZ yang terletak di bawah tanah gedung utara. Mereka ke sana melalui sebuah jalan rahasia yang terdapat di balik dinding sebuah gubuk kecil di dalam sekolah.
“ TARZA…………..” kata rino sehingga dinding tersebut terbuka dan di bagian dalamnya terdapat ruangan yang begitu luas. Ketika mereka masuk pintu rahasia itu tertutup lagi.
“ waw…..inikah ruangan yang digunakan para leluhur kita untuk meyegel raja kegelapan dan para pengikutnya? “ Tanya Tania ketika mereka sudah berada di dalamnya.
“ iya…..inilah ruangan dimana para leluhur kita telah menyegel raja kegelapan. Tapi kami belum tahu dimana tempat raja kegelapan dan para pengikutnya disegel.
“ rino, i…itu bukannya rian ? “Tanya feby ketakutan.
“ rian……………..” kata Tania sambil berteriak dan segera berlari ea rah rian.
APA YANG TERJADI PADA RIAN ? DAPATKAN KISAH KELANJUTANNYA MINGGU DEPAN. CHAO……………..
TO BE CONTINUE…………..
SALAM MANIEZ
DS
jangan yng cerita ja yang ditampilkan, tapi teknologi juga, apalagi kalau ada bertitany juga. pasti bnyak yang ingin tahu.
Oleh: Ari on Januari 4, 2008
at 3:43 am